Organ Pendukung Dewan Komisaris


Komite Audit

Dasar Pembentukan Komite Audit

Komite Audit merupakan komite yang dibentuk oleh Dewan Komisaris dalam membantu melaksanakan tugas dan fungsi Dewan Komisaris sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 55/ POJK.04/2015 Tahun 2015 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit (POJK 55/2015).

Piagam Komite Audit

Pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Komite Audit mengacu pada Piagam Komite Audit yang berlaku. Pembaruan terakhir atas Piagam Komite Audit dilakukan pada tahun 2021. Piagam Komite Audit dapat diakses di sini.

Tugas dan Tanggung Jawab Komite Audit

Komite Audit berkomitmen untuk mematuhi Piagam Komite Audit dalam menjalankan tugas dan fungsinya dengan cara yang secara konsisten mendukung Dewan Komisaris menurut prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (good corporate governance atau GCG) dan peraturan yang berlaku.

Sebagaimana diatur dalam Piagam Komite Audit yang telah diperbarui, tugas dan tanggung jawab Komite Audit meliputi hal-hal berikut:

  1. Penelaahan terhadap laporan keuangan perusahaan.
  2. Pemberhentian dan rekomendasi untuk penunjukan auditor independen dan mengawasi kinerjanya.
  3. Penelaahan atas hasil pemeriksaan oleh Divisi Internal Audit.
  4. Efektivitas pengendalian internal.
  5. Pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan.
  6. Evaluasi atas pelaksanaan manajemen risiko.

Pernyataan Independensi

Untuk menjaga independensi, setiap anggota Komite Audit wajib memenuhi persyaratan independensi sebagaimana diatur dalam Piagam Komite Audit sebagai berikut:

  1. Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan Publik (KAP), Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik atau pihak lain yang memberi jasa asurans, jasa non-asurans, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi lain kepada perusahaan yang bersangkutan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir.
  2. Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan perusahaan dalam waktu 6 (enam) bulan terkahir, kecuali Komisaris Independen.
  3. Tidak mempunyai saham langsung maupun tidak langsung pada perusahaan. Dalam hal anggota Komite Audit memperoleh saham perusahaan baik langsung maupun tidak langsung akibat suatu peristiwa hukum, saham tersebut wajib dialihkan kepada pihak lain dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan setelah diperolehnya saham tersebut.
  4. Tidak mempunyai hubungan afiliasi dengan anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang Saham Utama perusahaan.
  5. Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan usaha perusahaan.
  6. Dalam hal Komisaris Independen menjabat pada Komite Audit, maka Komisaris Independen yang bersangkutanhanya dapat diangkat kembali pada Komite Audit untuk 1 (satu) periode masa jabatan Komite Audit berikutnya.
  7. Komisaris Independen yang menjabat sebagai Ketua Komite, hanya dapat merangkap jabatan sebagai Ketua Komitemaksimum pada 1 (satu) Komite lain.

Profil Ketua dan Anggota Komite Audit

Domisili

Jakarta

Riwayat Pendidikan

  • Sarjana Teknik Elektro, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
  • Magister Administrasi Bisnis, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung, Indonesia

Riwayat Pekerjaan

  • Direktur Supply Chain, PT Unilever Indonesia Tbk (2003-2009)
  • Presiden Direktur, PT Adaro Power (2012-2019)
  • Presiden Direktur, PT Bhimasena Power Indonesia (2014-2016)
  • Presiden Komisaris, PT Makmur Sejahtera Wisesa (2016-2019)
  • Presiden Komisaris, PT Tanjung Power Indonesia (2017-2019)
  • Presiden Komisaris, PT Bhimasena Power Indonesia (2016-Agustus 2021)
  • Ketua Komite Audit, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
  • Ketua Komite Audit, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
  • Komisaris Independen, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
  • Komisaris Independen, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
  • Ketua Pengawas, Yayasan Amanah Bangun Negeri

Domisili

Jakarta

Riwayat Pendidikan

  • Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi, Universitas Airlangga, Indonesia
  • Magister Administrasi Bisnis Administration kekhususan Manajemen Umum dan Strategis, Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI) terafiliasi dengan Harvard Business School (Boston, AS)
  • Magister Manajemen kekhususan Akuntansi Manajemen, Universitas Indonesia, Indonesia
  • Doctor of Philosophy (PhD), Universitas Indonesia, Indonesia

Riwayat Pekerjaan

  • Guru Besar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia
  • Anggota Majelis Kehormatan Kode Etik Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)
  • Anggota Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi (KNKG)
  • Anggota Professional Accountants in Business (PAIB) Advisory Group–International Federation of Accountants (IFAC)
  • Anggota Dewan Chartered Accountant Worldwide (CAW)
  • Anggota Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
  • Anggota Dewan Pengurus ASEAN Federation of Accountants (AFA)
  • Anggota Komite Profesi Akuntan Publik (KPAP)
  • Anggota Accountancy Monitoring Committee Indonesia (AMCI)
  • Anggota Dewan Pemantau Standar Keberlanjutan IAI
  • Anggota Dewan Pembina Institut Akuntan Manajemen Indonesia (IAMI)
  • Wakil Ketua Dewan Pengurus Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD)
  • Komisaris Independen, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
  • Komisaris Independen, PT Adi Sarana Armada Tbk
  • Komisaris Independen, PT DFI Retail Nusantara Tbk
  • Komisaris Independen, PT Acset Indonusa Tbk
  • Komisaris Independen, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
  • Ketua Komite Audit, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk
  • Ketua Komite Audit, PT Acset Indonusa Tbk
  • Ketua Komite Audit, PT Adi Sarana Armada Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT DFI Retail Nusantara Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Astra International Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Astra Agro Lestari Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk

Domisili

Jakarta

Riwayat Pendidikan

  • Sarjana Hukum, Universitas Gadjah Mada, Indonesia
  • Magister Hukum (LL.M.), Washington College of Laws, AS
  • Program Notaris Fakultas Hukum, Universitas Indonesia, Indonesia

Riwayat Pekerjaan

  • Departemen Kredit & Internasional, Bank Indonesia
  • Konsultan Hukum, Kartini Mulyadi & Liene Gunawan
  • Chief of Legal, Direktur, Presiden Direktur & Anggota Dewan Komisaris, Astra Group
  • Komisaris, PT Bhimasena Power Indonesia
  • Komisaris, PT Makmur Sejahtera Wisesa
  • Komisaris Independen, PT Maruwai Coal
  • Direktur, PT Adaro Power
  • Anggota Komite Audit, PT Acset Indonusa Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk
  • Anggota Komite Audit, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk
  • Ketua Komite Audit, PT Maruwai Coal

Fungsi Nominasi dan Remunerasi

Dewan Komisaris memutuskan bahwa fungsi nominasi dan remunerasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi akan dilakukan langsung oleh Dewan Komisaris, tanpa membentuk komite nominasi dan remunerasi.

Dalam hal pelaksanaannya, Dewan Komisaris bertindak secara independen dengan mengacu pada Pedoman Fungsi Nominasi dan Remunerasi, yang menetapkan tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris yang relevan.

Peran yang dijalankan terkait nominasi:

  1. Menetapkan kebijakan mengenai komposisi Dewan Komisaris dan Direksi, kriteria yang dibutuhkan dalam proses nominasi, dan evaluasi kinerja para anggota Dewan Komisaris dan Direksi.
  2. Menilai kinerja anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan kebijakan.
  3. Menetapkan kebijakan mengenai program pengembangan kemampuan Dewan Komisaris dan Direksi.
  4. Menentukan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Peran yang dijalankan terkait remunerasi:

  1. Menetapkan kebijakan mengenai struktur, kebijakan dan besaran remunerasi.
  2. Menilai kinerja Dewan Komisaris dan Direksi dengan mengacu pada remunerasi yang diterima.

Untuk Pedoman Fungsi Nominasi dan Remunerasi secara lengkap dapat dilihat di sini.

 

Organ Pendukung Direksi

Tim Manajemen Keberlanjutan

Perusahaan memiliki Tim Manajemen Keberlanjutan yang bertugas untuk mendukung pelaksanaan tugas Direksi terkait keberlanjutan. Tim ini bertanggung jawab secara langsung kepada Direksi untuk:

  1. Membantu Direksi dalam menetapkan arah yang strategis untuk menentukan kebijakan dan manajemen keberlanjutan.
  2. Menerapkan kebijakan manajemen keberlanjutan dengan berkoordinasi dengan fungsi-fungsi korporasi terkait dan melakukan evaluasi atas kinerja keberlanjutan Perusahaan.
  3. Melakukan pendekatan langsung untuk menentukan kebijakan dasar, memantau pelaksanaan, dan meninjau efektivitas strategi serta memastikan agar konsisten dan sesuai dengan strategi dan tujuan bisnis Grup AlamTri. Tim ini juga menentukan langkah-langkah selanjutnya yang diperlukan dalam perjalanan keberlanjutan.

Pada tahun 2025, Tim Manajemen Keberlanjutan mengkoordinasikan proses penyusunan Laporan Keberlanjutan, meninjau isi Laporan Keberlanjutan, mengkaji tren terkini ESG, serta melakukan studi terhadap kerangka pelaporan keberlanjutan terbaru, seperti International Financial Reporting Standards (IFRS) S1 General Requirements for Disclosure of Sustainability related Financial Information dan IFRS S2 Climate related Disclosures. 

WBS Team

WBS Team dibentuk Direksi AlamTri pada level perusahaan holding, terdiri dari perwakilan manajemen AlamTri. Dalam melakukan pengelolaan WBS, AlamTri bekerja sama dengan pihak independen. Setelah menerima pelaporan atas pelanggaran dari pihak independen, tim WBS akan meneruskan pelaporan tersebut kepada Direksi AlamTri untuk dapat ditindaklanjuti oleh pihak pihak yang terkait, baik oleh pihak manajemen AlamTri atau anak anak perusahaan, atau oleh pihak independen sesuai prosedur yang berlaku. Tim WBS juga melaporkan kepada Direksi AlamTri secara berkala mengenai proses dan progres penanganan pelaporan atas pelanggaran tersebut.

Sekretaris Perusahaan

Sebagai perusahaan publik, AlamTri wajib memiliki fungsi Sekretaris Perusahaan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik. Sekretaris Perusahaan mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam memfasilitasi komunikasi antara organ perusahaan, merencanakan dan menyusun kebijakan tata kelola perusahaan, serta memastikan efektivitas komunikasi Perusahaan dengan individu-individu maupun lembaga-lembaga eksternal, termasuk investor dan pelaku pasar modal lainnya, dengan tetap memperhatikan kode etik, prinsip tata kelola, dan nilai-nilai Perusahaan.

Fungsi Sekretaris Perusahaan dilaksanakan oleh Departemen Sekretaris Perusahaan, yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur serta aktif berkomunikasi dengan seluruh anggota Direksi serta personil fungsi lainnya dalam Perusahaan. Penunjukan Sekretaris Perusahaan merupakan salah satu langkah implementasi GCG. Sekretaris Perusahaan  dilarang merangkap jabatan apapun di emiten atau perusahaan publik lain.

Kewarganegaraan

Indonesia

Usia

46 per 31 Desember 2025

Riwayat Pendidikan

  • Sarjana Hukum, Universitas Surabaya, Indonesia
  • Magister Kenotariatan, Universitas Indonesia, Indonesia

Dasar Hukum Penunjukan

Keputusan Direksi AlamTri yang berlaku efektif sejak 3 Juni 2025

Pengalaman Kerja

  • Corporate Secretary at PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (2025 - Present)
  • Corporate Secretary Manager at PT Adaro Energy Indonesia Tbk (2023 - 2025)
  • Corporate Governance & Investor Relations Specialist at PT Elnusa Tbk (2011 - 2023)

Pada tahun 2025, Sekretaris Perusahaan memenuhi tugas dan tanggung jawabnya dengan:

  1. Menyampaikan laporan berkala serta keterbukaan informasi ke OJK dan BEI dengan mematuhi ketentuan dan peraturan pasar modal.
  2. Mendukung Direksi dalam melaksanakan RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 dan pemenuhan kewajiban paparan publik tahunan.
  3. Mengawasi data registrasi pemegang saham Perusahaan dan melaporkan perubahannya ke Direksi dan regulator.
  4. Memberikan informasi terkini kepada Dewan Komisaris dan Direksi mengenai saham Perusahaan dan masalah lainnya terkait pasar modal.
  5. Bersama dengan fungsi Audit Internal, mempromosikan implementasi GCG di Perusahaan dan mengidentifikasikan risiko tata kelola, termasuk risiko tata kelola Perusahaan.
  6. Menjaga komunikasi efektif dengan para pemangku kepentingan, khususnya dengan badan regulator pasar modal.
  7. Memastikan bahwa situs web Perusahaan selalu terupdate dan mematuhi ketentuan dan peraturan pasar modal.
  8. Menyusun dan mengusulkan rencana kerja, anggaran dan indikator kinerja Departemen Corporate Secretary kepada Direktur terkait.

Investor Relations

Investor Relations bertanggung jawab untuk membangun komunikasi antara perusahaan dan pemegang saham di tingkat nasional maupun internasional, dengan memberikan informasi mengenai kinerja bisnis dan keuangan perusahaan, serta pencapaian korporasi. Informasi ini diharapkan akan membantu para analis dalam memaparkan mengenai perusahaan dan investor dalam membuat keputusan investasi. Perusahaan meyakini bahwa komunikasi rutin dengan pemegang saham berdasarkan fakta dan transparansi akan menciptakan nilai maksimum pemegang saham.

Untuk memastikan bahwa pesan dan kinerja perusahaan dikomunikasikan dengan baik, Investor Relations menerbitkan beberapa laporan, misalnya siaran pers kuartalan, laporan keuangan, siaran pers keuangan, dan laporan keterbukaan, Investor Relations juga berkomunikasi melalui beberapa acara, misalnya presentasi investor, paparan publik, dan rapat rutin dengan analis dan investor.

Audit Internal

Fungsi Audit Internal telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan Piagam Audit Internal. Direksi telah memberikan dukungan penuh untuk aktivitas audit internal dan tidak ada pembatasan ruang lingkup maupun akses bagi Fungsi Audit Internal.

Fungsi Audit Internal berperan untuk memberikan asuransi dan jasa konsultasi yang independen dan objektif bagi AlamTri dan anak-anak usahanya atas tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian, untuk menambah nilai dan meningkatkan operasi perusahaan.

Selain mematuhi Nilai-nilai Perusahaan dan Kode Etik Grup AlamTri, fungsi Audit Internal juga mengadopsi Kode Etik profesi audit internal yang dikeluarkan oleh IIA. Setiap auditor internal AlamTri  wajib membaca dan memahami Kode Etik tersebut.

Untuk Piagam Audit Internal selengkapnya dapat dilihat di sini.

Kewarganegaraan

Indonesia

Usia

40 per 31 Desember 2025

Riwayat Pendidikan

Sarjana Akuntansi Keuangan, Universitas Surabaya Indonesia

Dasar Hukum Penunjukan

Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat AlamTri yang berlaku efektif sejak 23 April 2025:

  • Menyetujui permohonan Direksi Perusahaan untuk pengangkatan sebagai Kepala Unit Audit Internal Perusahaan yang berlaku efektif per tanggal 28 Maret 2025.

Pengalaman Kerja

  • Internal Audit Department Head at PT Adaro Energy Indonesia Tbk (2013-2025)
  • Head of Internal Audit Department at PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (2021-2024)
  • Assistant Manager – Internal Audit Service at PT PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory (2011-2013)
  • Audit Manager – Branch Network Control at CitiFinancial, Citibank Indonesia (2010-2011)
  • Senior Auditor at KAP Tanudiredja, Wibisana & Rekan (2007-2010)

Fungsi Audit Internal mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain:

  1. Menyusun rencana audit tahunan yang fleksibel dengan menggunakan metodologi berbasis risiko.
  2. Melaksanakan rencana audit tahunan dan melakukan audit khusus apabila diperlukan.
  3. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem manajemen risiko sesuai dengan kebijakan perusahaan dan peraturan yang berlaku.
  4. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di semua bidang, termasuk keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi informasi, dan kegiatan lainnya.
  5. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang diperiksa pada semua tingkat manajemen yang relevan.
  6. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direksi, Dewan Komisaris, dan Komite Audit.
  7. Memantau, menganalisa, dan melaporkan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah disarankan.
  8. Bekerja sama dengan Komite Audit.
  9. Menyusun dan melaksanakan program asurans dan perbaikan kualitas untuk mengevaluasi kegiatan fungsi Audit Internal.
  10. Berkoordinasi dengan fungsi asurans lainnya (misal: Health Safety & Environment, Legal and Compliance, Risk Management, auditor eksternal) untuk mengoptimalkan usaha pemberian asurans atas proses tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian perusahaan..

Struktur dan Kedudukan

Fungsi Audit Internal bersifat independen dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Direktur. Untuk menjaga objektivitasnya, auditor internal tidak boleh memiliki tugas dan jabatan rangkap dengan pelaksana kegiatan operasional perusahaan dan anak-anak usahanya.

Selain itu, auditor internal harus menandatangani Pernyataan Benturan Kepentingan setiap tahunnya untuk memastikan mereka tidak memiliki potensi benturan kepentingan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dan jika ada, perusahaan akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko benturan kepentingan tersebut.

Praktik Audit Internal

Praktik audit internal dilakukan berdasarkan Standar Internasional untuk Praktik Profesional Audit Internal yang dikeluarkan oleh the Institute of Internal Auditors (IIA). Standar pekerjaan audit internal telah diformalisasikan dalam suatu Prosedur Operasi Standar Audit Internal.

Penggunaan Teknologi Informasi

Untuk memudahkan aktivitasnya, Fungsi Audit Internal menggunakan teknologi informasi sesuai kebutuhan, misalnya untuk kertas kerja, portal audit internal untuk knowledge management, timesheet, database tindakan perbaikan, dan perangkat lunak alat analisis data.

Program Asurans dan Perbaikan Kualitas

Untuk memastikan peningkatan berkelanjutan kualitas auditnya, Fungsi Audit Internal mengimplementasikan program asurans dan peningkatan kualitas yang meliputi hal-hal berikut:

  • mengadakan survei untuk mendapatkan umpan balik dari manajemen;
  • melakukan penilaian mandiri dan peer review pada setiap penugasan audit untuk memastikan kepatuhan terhadap panduan audit internal yang berlaku; dan
  • melakukan penilaian mandiri atas kepatuhan terhadap peraturan OJK dan kesesuaian dengan Standar IIA.

Hasil program asurans dan peningkatan kualitas dirangkum dan didiskusikan setiap tahun untuk dimasukkan ke dalam proyek perbaikan berkelanjutan. Program asurans dan peningkatan kualitas ini telah dilakukan secara berkala dan menghasilkan penilaian yang sangat positif. Hasil program asurans dan peningkatan kualitas ini dilaporkan kepada Direksi dan Komite Audit secara berkala.

Investor Relations 

Investor Relations bertanggung jawab untuk membangun komunikasi antara perusahaan dan pemegang saham di tingkat nasional maupun internasional, dengan memberikan informasi mengenai kinerja bisnis dan keuangan perusahaan, serta pencapaian korporasi. Informasi ini diharapkan akan membantu para analis dalam memaparkan mengenai perusahaan dan investor dalam membuat keputusan investasi. AlamTri meyakini bahwa komunikasi rutin dengan pemegang saham berdasarkan fakta dan transparansi akan menciptakan nilai maksimum pemegang saham.

Untuk memastikan bahwa pesan dan kinerja perusahaan dikomunikasikan dengan baik, Investor Relations menerbitkan beberapa laporan, misalnya siaran pers kuartalan, laporan keuangan, siaran pers keuangan, dan laporan keterbukaan, Investor Relations juga berkomunikasi melalui beberapa acara, misalnya presentasi investor, paparan publik, dan rapat rutin dengan analis dan investor.

Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola

AlamTri berkomitmen untuk terus meningkatkan aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (environmental social and governance (ESG) dalam setiap aktivitas operasional untuk tetap menjadi perusahaan tambang yang baik dan mendukung prinsip hijau. Salah satu Langkah yang diambil untuk mendukung hal tersebut, perusahaan membentuk divisi khusus yang menangani ESG. 

Divisi ESG memiliki tugas menyusun perencanaan ESG, menyusun perencanaan implementasi, hingga membuat kebijakan dan mengevaluasi penerapan program ESG secara menyeluruh dan menentukan peluang untuk perbaikan. Divisi ESG juga sebagai koordinator divisi-divisi terkait dalam mengimplementasikan dan meningkatkan kinerja ESG AlamTri.

*Divisi ini dipimpin oleh Danuta Komar. Beliau bertanggung jawab langsung kepada Direktur.*

Terakhir update pada Kamis, 17 September 2026 / 14:43 WIB | 102364