Pengelolaan Emisi Gas Rumah Kaca
Grup Alamtri secara proaktif mengelola emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mengambil peran aktif dalam pencegahan perubahan iklim. Pengelolaan ini tidak hanya menjadi perwujudan tanggung jawab lingkungan hidup, tetapi juga diakui sebagai langkah strategis untuk memastikan ketahanan bisnis Grup AlamTri dalam jangka panjang.
Dalam konteks ini, Grup AlamTri berkomitmen untuk terus berinovasi dan berinvestasi dalam solusi-solusi berkelanjutan untuk mengurangi dampak lingkungan hidup. Langkah-langkah konkret termasuk pengurangan konsumsi energi tanpa mengorbankan tingkat produksi, seiring dengan peningkatan efisiensi operasional. Grup AlamTri juga telah mengembangkan Peta Jalan Pengurangan Emisi GRK untuk mencapai net zero emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat. Peta jalan ini merupakan langkah penting untuk menetapkan target pengelolaan emisi. Dengan demikian, Grup AlamTri tidak hanya memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan hidup, tetapi juga membangun fondasi yang kokoh untuk bisnis yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan tuntutan pasar global yang semakin berorientasi pada keberlanjutan.
Kami telah melakukan sejumlah tindakan pengurangan emisi terutama dalam penggunaan energi rendah karbon dan terbarukan antara lain:
- Sejak tahun 2013, AlamTri telah menggunakan bahan bakar biodiesel 5% (B5) yang kemudian terus berlanjut dan berkembang hingga pada tahun 2025 mulai menggunakan biodiesel 40% (B40).
- Memasang panel surya berkapasitas total 200 kWp untuk memasok energi listrik untuk penggunaan sendiri atau house load pada kegiatan operasional pembangkit.
- Menerapkan co-firing biomassa pada PLTU PT Makmur Sejahtera Wisesa (MSW) hingga mencapai 5,04% energi primer. Program ini menggantikan pembakaran batu bara dengan wood chip, sampah cacah dan serbuk gergaji.
- Memasang panel surya di PT Maruwai Coal sebagai sumber listrik untuk beberapa lampu penerangan jalan umum dan jembatan di hauling road.
- Menambah jumlah kendaraan berbasis listrik di MSW untuk transportasi karyawan. Inisiatif ini telah menghemat penggunaan bahan bakar solar sekitar 16.342 liter atau setara dengan pengurangan emisi Cakupan 1 sebesar 26,96 tCO2e per tahun.
- Menggunakan peralatan produksi dengan teknologi terkini yang rendah karbon.
- Menerapkan sistem manajemen energi.
AlamTri telah mulai menilai kelayakan opsi-opsi teknologi yang ada untuk memastikan langkah dekarbonisasi yang efektif, misalnya teknologi untuk bahan bakar rendah karbon dan armada operasional rendah karbon, penghilangan karbon, dan mekanisme renewable offset (kredit karbon dan sertifikat energi terbarukan). Lebih lanjut, AlamTri akan terus memantau dan mengikuti perkembangan teknologi dekarbonisasi untuk mendukung pencapaian komitmen NZE-nya.
Menjaga Kualitas Udara
Berbagai upaya dilakukan untuk mengendalikan emisi, termasuk emisi non GRK, di antaranya:
- Electrostatic Precipitator di MSW untuk mengendalikan emisi non-GRK.
- Sistem Pemantauan Emisi Berkelanjutan (CEMS) yang telah terintegrasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Sistem Informasi Pemantauan Industri Kontinyu (SISPEK).
- Semprotan nosel untuk memanfaatkan limpasan air untuk menjaga kualitas udara ambien.
- Melakukan penanaman pohon untuk mengurangi pajanan partikulat.
Risiko terkait Iklim
AlamTri telah mengidentifikasi dua kategori risiko iklim yang berpotensi memengaruhi operasional dan kinerja keuangan Perusahaan, yaitu risiko transisi dan risiko fisik. Risiko transisi berkaitan dengan perubahan regulasi, kebijakan, dan perkembangan teknologi dalam proses transisi menuju ekonomi rendah karbon. Risiko fisik terkait perubahan pola iklim dan cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi operasional pertambangan dan smelter aluminium anak-anak perusahaan AlamTri. Informasi lebih lanjut mengenai risiko-risiko ini beserta potensi dampak finansial dan langkah mitigasi dapat dilihat pada bagian Manajemen Risiko dan Laporan Keberlanjutan.
Pengelolaan Air dan Limbah
Pengelolaan Air
Perlindungan sumber daya air memegang peran sentral dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan memenuhi kebutuhan manusia. Menyadari pentingnya sumber daya air, Grup AlamTri mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan pengelolaan air yang bertanggung jawab sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Kami dengan cermat mengelola pengambilan air untuk menjaga keseimbangan air di lingkungan hidup sekitar. Melalui pendekatan pengelolaan air yang komprehensif, Perusahaan memastikan efisiensi penggunaan air dan mengambil tindakan yang mencegah kelangkaan air.
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah yang baik menjadi kunci dalam mengurangi dampak lingkungan hidup dan menjaga keberlanjutan industri. Untuk itu, AlamTri mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi dan standar lingkungan hidup yang berlaku di Indonesia dan di tempat-tempat di mana kami beroperasi, di samping mengadopsi inovasi dan teknologi terbaru dalam pengelolaan limbah untuk meminimalkan dampak negatifnya. Kami juga mengedepankan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dalam pengelolaan limbahnya. Terkait pengelolaan limbah, berikut ini beberapa pendekatan kami:
- Memanfaatkan sampah organik sebagai pakan ternak masyarakat.
- Melakukan kompos sampah sebagai pupuk untuk kegiatan reklamasi.
- Menggunakan kembali sisa limbah padat yang masih dapat digunakan untuk kegiatan operasional.
- Mengirimkan limbah padat anorganik dan residu yang tidak dapat dimanfaatkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pengelolaan Keanekaragamaan Hayati
AlamTri melalui anak-anak perusahaannya memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati sebagaimana tertuang dalam Pernyataan Kebijakan Sistem Manajemen Terpadu. Komitmen tersebut telah diturunkan ke dalam berbagai program perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati yang dilaksanakan oleh Perusahaan bersama mitra kerja.
Komitmen ini diintegrasikan sejak tahap perencanaan pertambangan melalui penyusunan dokumen Feasibility Study, AMDAL, biodiversity baseline study, dan biodiversity management action plan (BMAP) sejak tahap perencanaan pertambangan. Dokumen-dokumen tersebut memuat identifikasi potensi risiko dan dampak terhadap keanekaragaman hayati, sekaligus menetapkan langkah-langkah pengelolaan dan pemantauannya. Rona awal lingkungan yang tercantum dalam dokumen tersebut kemudian digunakan sebagai dasar pengukuran dalam menetapkan tujuan dan strategi pengelolaan dampak keanekaragaman hayati sebelum kegiatan operasional dilaksanakan. Hal ini selaras dengan Target 14 Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (GBF) yang menekankan integrasi keanekaragaman hayati dalam pengambilan keputusan di seluruh tingkatan.
Lebih lanjut, kerangka perencanaan tersebut diterjemahkan dalam mekanisme pengelolaan terstruktur melalui Biodiversity Risk Assessment dan BMAP. BMAP mencakup lima fokus utama, yaitu pengelolaan dampak operasional, pengelolaan hutan atau habitat, pengelolaan spesies langka, terancam punah, endemik, dan dilindungi (Rare, Endangered, Endemic, and Protected Species atau REEPS), pelibatan pemangku kepentingan, serta partisipasi masyarakat.
Program pelestarian keanekaragaman hayati lainnya mencakup:
- Penyelamatan tanaman endemik.
- Program Observasi Keanekaragaman Hayati (OKE HATI).
- Pemasangan camera trap.
- Arboreal bridge.
- Penangkaran rusa.
- Arboretum.
Reklamasi dan Rehabilitasi Lingkungan
AlamTri melalui anak-anak perusahaannya menerapkan kegiatan reklamasi pada lahan yang terdampak aktivitas operasional. Reklamasi bertujuan untuk memulihkan dan meningkatkan kualitas lingkungan serta mengembalikan fungsi ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya. Selain kegiatan reklamasi pada area bekas tambang, Perusahaan juga melaksanakan program rehabilitasi daerah aliran sungai sebagai bagian dari upaya pemulihan dan perlindungan ekosistem di sekitar wilayah operasi.